bwh9cBSzrn_aUoUR_kvhiH668Gs Blog Khusus Dewasa: Cerita Dewasa Seorang Janda Dari Kampung

Cerita Dewasa Seorang Janda Dari Kampung

Cerita & Foto Panas Untuk Tante Dan gadis Kesepian Pengen di Pake.

Cara Dapat Uang Dengan Mudah dari Tante-Tante dan Gadis Kesepian.

Cerita Panas, Foto Panas, Artis Panas Indonesia Perawan.


Kini kita simak Cerita khusus dewasa Seru Terbaru Janda Muda kampung di kampung yang lagi di mabuk cinta                 
Nyooooooo disikakkkssssssxxx.....



Cerita khusus dewasa Seru Terbagus : Janda Muda kampung
 Janda Muda kampung yang sedang di mabuk cinta 




–Takdir  seseorang yang kurang baik, kadang jadi berkah bagi yang lain. Misalnya Amin, 25(bukan nama sebenarnya), dari Bandung  ini. Suatu hari Ny. imas, 23 (bukan nama sebenarnya), tetangga kampungnya kesripahan (ditinggal mati) suami, itu kan musibah. Tapi perkembangan selanjutnya, justru “berkah” bagi Amin. Soalnya, janda penuh mabuk cinta itu kemudian menawarkan sejuta kenikmatan baginya.

Setiap nasihat perkawinan disampaikan pada walimahan, pastilah dikatakan bahwa pasangan pengantin itu menjadi keluarga sakinah, guyub rukun hingga kaken-ninen (kakek nenek), Banyak yang tercapai, tapi banyak pula yang tak kesampaian. Bisa karena perceraian, dapat pula karena mati lebih cepat daripada pasangan tersebut. Otomatis, pasangan yang ditinggalkan akan menyandang status baru, kalau bukan janda ya duda.

Ny. Imas adalah pasangan yang apes dari Desa yang sangat perdalaman(kampung). Baru dua pelita membangun rumahtangga, sang suami dipanggil Sang Khalik. Diapun menyandang status janda muda, dengan “warisan” dua anak yang masih kecil-kecil. Untung saja almarhum suami seorang PNS, sehingga ada dana pensiun untuk menunjang kehidupan keluarga. Di samping itu, Ny. Imas memang wanita ulet, karena selama ini dia juga punya usaha sampingan.

Ditinggal mati sekian lama, secara ekonomi tidak masalah. Maksudnya, untuk urusan perut sudah teratasi dengan mudah. Tapi yang di bawah perut, inilah yang musykil dan bikin pusing. Saat ada suami, selalu surplus, karena tanpa minta pun selalu dipasok terus. Tapi sekarang? Untuk menikah lagi, sudah kurang peminat. Maklumlah, menikah dengan janda beranak dua, itu sangat bertentangan dengan prinsip Kantor Pegadaian: mengatasi masalah tapi malah bikin masalah.

 Imas sangat menyadari akan posisinya, maka dia tidak terlalu ngaya. Kalau jodoh, takkan lari ke mana-mana. Dia juga tak mau bahwa rumahtangga jilid duanya hanya membahagiakan diri sendiri, tapi menyengsaraka bagi anak-anaknya. Soalnya kan tak banyak lelaki yang butuh emaknya juga perhatian sama anaknya. Mayoritas, ibunya digoyang, anaknya disingkang-singkang (dinistakan).

Adalah Amin, tetangga depan rumah Ny. Imas. Sebetulnya dia sudah lama jadi pemerhati wanita ini. Ingin sebenarnya menjalin hubungan lebih dalam, sukur-sukur bisa “mendalami”, tapi terhalang oleh status wanita itu, juga status dirinya. Kala itu Imas kan masih punya suami, dan Amin sendiri juga guru sekolah dasar. Masak guru sekolah agama kok terlibat kasus senior (senang istri orang).

Begitu suami Imas meninggal, rasanya “tembok berlin” itu sudah runtuh. Pelan tapi pasti, diam-diam Amin mulai mendekati janda depan rumah dalam rangka “pendalaman”. Soal status guru sekolah dasar, namanya baru kena godaan setan, apa salahnya? Maka lobi-lobi politik mulai dilancarkan, agar koalisi bersama Ny. Imas bisa dibangun sampai 2000, dan dilanjutkan dengan eksekusi.

  Janda muda ini dengan cepat menangkap aspirasi urusan bawah lelaki tetangganya. Karena selama ini sudah demikian tersiksa menahan gairah, pertimbangan etika dan moral jadi ternafikan. Maka ketika Amin main ke rumahnya di malam hari disambut dengan gembira. Dan ketika anak-anak sudah tidur, mereka pun “main” bak layaknya suami istri. “Gersang tapi damai,” kata Amin setelah “mendapatkan apa yang di inginkan” dari rumah si janda. Amin, ibarat sawah Ny. Imas kan sudah lama tak dicangkul.

Aktivitas guru sekolah dasar di rumah Ny. Imas lama-lama tercium tetangga. Maka beberapa malam lalu, saat keduanya sedang “ketanggungan” langsung digerebek. Tak ampun lagi keduanya diarak menuju Balai Desa. Warga mendesak Pak Kades agar mengusir keduanya dari desa itu, agar tidak mengotori kampung. Beruntung, sebelum warga bertindak anarkis pada Amin – Imas, polisi datang dan membawa mereka ke kantor polisi bandung.

2 komentar: